Rossi Berharap Top Manajemen Yamaha Menanyakan Hasil Aragon

Valentino Rossi MotoGP Aragon

Yamaha secara resmi mencatat rekor terburuk mereka sepanjang sejarah mengikuti ajang MotoGP dengan tidak mendapatkan satupun kemenangan dalam 23 seri MotoGP.

Kemenangan Yamaha terakhir kali diraih oleh Valentino Rossi di MotoGP Assen 2017.

Ketika ditanya terkait dampak dari hasil terburuk tersebut, Rossi berharap hasil buruk Aragon akan memberikan kejutan kepada top manajemen untuk melakukan tindakan nyata.

“Saya berharap hasil buruk ini akan menjadi bagian terpenting bagi Yamaha untuk segera bertindak,” jawab Rossi seperti dikutip dari Crash.net

“Jadi, mungkin saja top manajemen Yamaha akan melihat hasil ini dan menyakan alasannya,”

Pebalap asal Italia tersebut juga mengatakan bahwa Yamaha seharusnya melakukan tindakan yang sama seperti apa yang terjadi di tahun 2004 saat pertama kali dirinya bergabung dengan Yamaha.

“Ketika saya bergabung dengan Yamaha di tahun 2004, kondisi motor Yamaha jauh lebih buruk dari sekarang. Namun, hanya dalam setahun mereka segera bertindak sangat cepat,” lanjut Rossi.

“Mereka memperkejakan banyak orang dan menginvestasikan banyak uang. Hasilnya, hanya dalam satu tahun, Yamaha berhasil membuat M1 menjadi yang terbaik. Jadi, saya harap mereka melakukan hal yang sama saat ini juga.”

Valentino Rossi sendiri akhirnya mampu menyelesaikan balapan MotoGP Aragon di posisi kedelapan dan menjadi pebalap Yamaha tercepat setelah sebelumnya meraih hasil kualifikasi sejak tahun 2006.

“Kecepatan saat balapan tidak terlalu buruk untuk saya. Saya dapat melaju dengan kecepatan konstan dan mengamankan beberapa poin,”

“Saya dapat berada di posisi sepuluh besar yang dimana saya sangat ragu sebelumnya. Ini adalah potensi yang kami punya saat ini.”

Pebalap berjuluk The Doctor tersebut meyakini bahwa solusi untuk masalah Yamaha saat ini adalah kombinasi dari mesin dan elektronik yang menurutnya masih belum ada perkembangan yang berarti saat ini.

“Saya sudah melakukan ujicoba mesin 2019, namun saya harap itu bukanlah hasil akhirnya karena hanya sedikit modikasi dan sangat mirip dengan mesin 2018” terang Rossi.

“Saya harap mereka melanjutkan pengembangannya dan menurut saya masalahnya juga terdapat pada mesin. Yamaha harus membuatnya lebih baik,”

Ketika ditanya, kapan Yamaha terakhir kali melakukan perubahan besar pada motor mereka, Rossi mengatakan di tahun 2015.

“Perubahan besar tersebut terjadi di tahun 2015, di sini (Aragon -red). Waktu itu, kami masih menggunakan ban Bridgeston,”

“Kami melakukan tes di bulan Juni dan setelah itu, saya juara di Assen.” tutupnya.

Dengan hasil MotoGP Aragon, Valentino Rossi kokoh di posisi ketiga klasemen MotoGP 2018 dan berhasil memperlebar jarak dengan pesaing terdekatnya, Jorge Lorenzo yang gagal meraih poin karena terjatuh.

Previous Article
Next Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *