Merasa Cepat, Rossi Kecewa Harus Mulai Balapan dari Posisi Ke12

Rossi Silverstone

Valentino Rossi, pebalap yang paling berpengalaman di MotoGP dan menjuarai MotoGP Silverstone dengan kondisi basah tahun 2015, mengatakan bahwa masalah drainase lebih membahayakan daripada “gundukan” pada MotoGP Silverstone 2018.

Rossi sendiri merasa beruntung tidak berada di lantasan saat insiden tersebut dimana 6 pebalap terlibat insiden gagal menghentikan motornya ditikungan dengan kecepatan 200km/jam.

“Saya paham bahwa terdapat banyak air di lintasan dan sulit menghentikan motor di kondisi tersebut” jelas Rossi seperti dikuti dari Crash.

“Tito mengalami crash dan motor Franco menghantam Tito. Ketika kondisi aspal dalam kondisi basah yang masih normal, kondisinya tidak terlalu buruk. Masalahnya adalah air tidak segera mengering atau keluar lintasan sehingga terjadi aquaplaning (kondisi dimana ban kehilangan traksi karena tidak sanggup membuat air)”.

“Jika hujan sangat deras dan banyak air di lintasan maka hal tersebut akan sangat berbahaya.Saya tidak tahu jika terlalu berbahaya untuk membalap karena tidak berada di lintasan di FP4. Tapi, jika para pebalap mengatakan seperti itu, maka tentu hal tersebut benar adanya”

Rossi sendiri harus memulai balapan nanti mulai dari posisi ke 12 karena telat meninggalkan pit

“Saya kecewa karena sebenarnya kami memiliki strategi yang bagus,” jelas pebalap Yamaha tersebut. “Tapi kami berada dikondisi yang sangat ketat dan sayangnya saya melakukan kesalahan di pit dan kehilangan banyak waku untuk mengganti ban belakang dan saya harus mendapatkan pinalti 2 detik karena tidak memperhatikan peringatan bendara”

“Sangat memalukan karena saya berhasil melakukan putaran ‘10.7’ dan seharusnya dapat memulai balapan di posisi 5. Kami mendapatkan ban yang tepat tetapi kurang beruntung. Sehingga saya harus memulai dari baris ke embat dan ini akan menjadi lebih sulit”

“Untungnya, saya tidak merasa buruk dengan motor. Saya lihat Dovizioso lebih cepat sedikit dari saya tetapi tidak terlalu buruk. Kondisi ini sangat aneh karena peluangnya adalah 50:50. Kami harus bekerja lebih banyak lagi namun kesan diawal cukup baik.”

Previous Article
Next Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *